kue.........

http://blogparts.giffy.me/0007/parts.js

Sabtu, 13 Desember 2014

Penggolongan Darah Dalam Transfusi Darah


PENGGOLONGAN DARAH
DALAM TRANSFUSI DARAH
Assalamualaikum wr. wb.

            Sebelum kita membahas mengenai transfusi darah, ada baiknya kita membahas mengenai golongan darah terlebih dahulu.

Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin
A
B
AB
O
A
B
A dan B
-
β
α
-
α dan β

Seseorang dikatakan mengalami kekurangan darah ketika volume darahnya kurang dari normal. Kekurangan darah dapat disebabkan oleh penyakit atau karena luka. Dalam keadaan kekurangan darah perlu dilakukan transfusi darah.
           
Penggolongan darah ABO berperan dalam transfusi darah. Transfusi darah merupakan proses pemindahan darah dari tubuh seseorang ke dalam tubuh orang lain. Orang yang menerima darah disebut penerima (resipien). Adapun orang yang memberikan darahnya disebut pemberi (donor).
           
Hal yang harus di perhatikan dalam transfusi darah yaitu jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien. Aglutinin memiliki kemampuan untuk menggumpalkan (aglutinasi) eritrosit. Jadi, apabila darah donor tidak sesuai dengan resipien maka aglutinogen donor akan bercampur dengan aglutinin resipien dan mengakibatkan darah resipien menggumpal. Darah donor yang bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai antigen oleh tubuh.

Aglutinogen terdapat di dalam eritrosit, sedangkan aglutinin terdapat dalam plasma darah.

Agar kamu lebih memahami transfusi darah perhatikan skema berikut! 

            Seseorang dengan golongan darah O disebut donor universal karena dapat ditransfusikan kepada semua golongan darah (sistem ABO). Adapun golongan AB disebut sebagai resipien universal karena dapat menerima semua golongan darah (sistem ABO). Namun, pada praktiknya hal tersebut jarang dilakukan karena kemungkinan adanya ketidakcocokkan  darah diluar sistem ABO.

Sedikit catatan
Heahh,,, ngerti nggak, nggak mengerti ya! Maaf ya kalau nggak ngerti soalnya aku juga baru belajar tentang materi ini disekolah.

Wassalamualaikum wr. wb.

Kamis, 11 Desember 2014

Salat dan Manfaatnya


SALAT DAN MANFAATNYA
            Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai berpikir makna dan manfaatnya. Salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia bukan hanya sekedar kewajiban. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM
Postur : berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat : Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK
Postur : Posisi rukuk yang sempurna ditandai dengan tulang belakang yang lurus dengan kepala.
Manfaat : Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL
Postur      : Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak, setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat   : I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD
Postur      : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi serta                   hidung pada lantai.
Manfaat   : Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.

DUDUK
Postur    : Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat  : Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM
Gerakan  :  Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat  : Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala.                   Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Sedikkit Catatan :                                                                                                                   
Agar shalat kita berfungsi seperti di atas tentunya terlebih dahulu kita harus memahami shalat dari mulai tata cara shalat, syarat, rukun, sunat, makruh, batal dan fadhilah shalat. Sungguh suatu hal yang mustahil sesuatu dapat kita raih bila dalam pelaksanaannya saja kita masih belum sesuai dengan apa yang seharusnya.

Berpakaian Dalam Islam


BERPAKAIAN DALAM ISLAM

KESALAHAN GAMBAR A 
-Kain yang dipakai terlalu singkat.
Menurut riwayat Imam Tarmizi dan Nasa’i, dari Ummu Salamah r.a. “Ya Rasulullah, bagaimana perempuan akan berbuat kain-kain mereka yang sebelah bawah?”
Sabda Rasulullah S.A.W : “Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi keatasnya”.

KESALAHAN GAMBAR B
-Tudung tidak menutupi dada.
Allah S.W.T. berfirman dalam Surah An Nur, ayat 31 yaitu : “... hendaklah mereka tutupkan tudung (selendang) mereka ke leher dan dada mereka...”
 

KESALAHAN GAMBAR C
·  Tudung tidak menutupi dada.
·  Lengan blaus pendek.
·  Tidak bersarung kaki.
·  Kain yang dipakai terlalu singkat.
“Sesungguhnya, sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi yang telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya.”
Riwayat Bukhari dan Muslim

KESALAHAN GAMBAR D
·  Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh.
Rasulullah bersabda ; yaitu : “...hendaklah kamu meminjamkan dia baju yang panjang dan longgar itu.“
·  Solekan yang berlebihan / jelas dilihat (lipstik)
Allah S.W.T. berfirman dalam Surah Al ‘Araf : ayat 31, yaitu : “... pakailah perhiasanmu pada setiap waktu sembahyang. Makan dan minumlah dan janga melampaui batas.”


KESALAHAN GAMBAR E
·   Tudung tidak menutupi dada.
·   Tidak bersarung kaki.
·   Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh.
·   Blaus yang dipakai singkat.
“Katakanlah  kepada perempuan-perempuan yang beriman ; hendaklan mereka merendahkan permandangan dan menjaga kehormatan mereka...” (QS. An Nur : 31)

KESALAHAN GAMBAR F
-   Lengan blause pendek. 
-  Tidak bersarung kaki.
-   Kain yang dipakai berbelah di depan (slit)
“Barang siapa yang memakai pakaian yang menjolok mata, maka Allah S.W.T. akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nati,”

Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan Ibn Makah